NEWS

OJK Gandeng Polres Poso Serukan Waspadai UN Swissindo

Sintuwuraya.com, Poso Kota – Dalam rangka mewaspadai operasional UN Swissindo di kabupaten Poso, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kepolisian Resor Poso menggelar Siaran Pers Bersama di Aula Andi Sappa Mapolres Poso, Jumat 11 Agustus 2017.
 
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto, Kepala OJK Propinsi Sulawesi Tengah, Moh. Syukri Andi Yunus, Kepala Kejaksaan Negeri Poso Sukarman, Pasi Intel Kodim 1307/Poso Kapten Infanteri Jayadi, mewakili Dandim 1307/Poso Letkol Infanteri Dody Triyo Hadi, Kabag Hukum Sekdakab Poso Eske Sonora, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Poso Sapta Gumilar, dan Pimpinan Bank BRI Cabang Poso Syafrudin.
 
Dalam sambutannya, Kapolres Bogiek menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam, dan siap memproses bilamana ada laporan terkait masalah UN Swissindo di wilayah kabupaten Poso. “Jika ada laporan dari warga, kepolisian akan segera melakukan penyelidikan di lapangan,” ujar Bogiek Sugiyarto.
 
Suasana Siaran Pers Bersama OJK dengan Polres Poso. (foto: dok. ResPoso)
 
Pada kesempatan itu, Kepala OJK Sulawesi Tengah, Moh. Syukri Andi Yunus menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima OJK, UN Swissindo telah beroperasi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulteng. Dalam operasionalnya menggunakan modus janji pelunasan hutang di lembaga keuangan dan janji pemberian biaya peningkatan kesejahteraan umum.
 
Modusnya, dalam memberikan janji agar masyarakat tergiur, UN Swissindo mengaku dapat menyelesaikan utang masyarakat dengan jaminan Sertifikat Bank Indonesia (SBI)  atau surat berharga lainnya.
 
Pada kesempatan itu, Sapta Gumilar mempertegas bahwa 
upaya UN Swissindo dengan iming-iming janji pemberian biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mencatut nama Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah modus kejahatan. Menurutnya, pihak bank telah mengeluarkan pengumuman dengan Nomor CEO.CSC/013/P/VIII/2017, tertanggal 2 Agustus 2017 yang menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan UN Swissindo dalam pendaftaran penerima bantuan tersebut.
 
“Bagi masyarakat maupun nasabah yang menerima atau menemukan dokumen sebagaimana tersebut di atas maupun informasi lain yang sejenis, agar dapat menyerahkannya kepada kantor Bank Mandiri terdekat,” imbaunya.
 
Senada dengan itu, Pimpinan Bank  BRI Cabang Poso Syafrudin, juga menekankan bahwa pihak BRI tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang mengaku bernama UN Swissindo. “Bank BRI tidak bertanggung jawab atas segala resiko dari informasi yang beredar di masyarakat terkait organisasi tersebut, termasuk tentang pendaftaran  di kantor Bank BRI,” aku Syafrudin.
 
Adapun modus penawaran yang dilakukan UN Swissindo antara lain, mengatasnamakan negara dan atau lembaga negara tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara. 
 
Tidak hanya itu, lembaga tersebut juga meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung. Yang terpenting adalah meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok, atau badan hukum tertentu. 
 
Karena itu, melalui siaran pers yang terlaksana hingga sore hari itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai UN Swissindo di berbagai daerah. Dalam prakteknya, UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit atau pembebasan hutang rakyat, dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank. 
 
Tidak hanya itu, tetapi juga kepada perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga – lembaga jasa keuangan lainnya, dengan cara menerbitkan surat jaminan pernyataan pembebasan hutang, yang dikeluarkan dengan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada para kreditur. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close