EDUCATION

Schistosomiasis, Penyakit Langka Terabaikan yang Hanya Terdapat di Poso

Sintuwuraya.com, Poso: Jantung, Kanker, atau tumor, sudah pasti merupakan penyakit yang sering kita dengar. Namun, mendengar kata Schistosomiasis mungkin masih asing ditelinga kita, karna tak banyak orang yang tau tentang itu.
 
Salah satu lokasi penyebaran penyakit Schistosomiasis di wilayah Lore, dataran Napu, Poso, Sulawesi Tengah. (foto: istimewa)
 
Schistosomiasis adalah salah satu penyakit langka dan terabaikan yang ada di Indonesia. Dikatakan langka, karena penyebarannya hanya terdapat di wilayah propinsi Sulawesi Tengah, yakni di kabupaten Poso. 
 
Schistosomiasis sebenarnya merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Lembah Napu, Lindu, dan Bada di kabupaten Poso, Sulawesi Tengah merupakan masalah endemis Schistosomiasis.
 
Namun, dalam sebuah penelitian, penyebaran penyakit yang berasal dari cacing schistosoma Japonicum, itu telah menyebar hingga ke kabupaten Sigi, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten Poso.
 
Schistosomiasis dikenal dengan penyakit demam keong, yakni penyakit menular menahun yang disebabkan cacing dan ditularkan melalui keong Oncomelania hupensis lindoensis.
 
Gejala yang ditimbulkan dari penyakit tersebut adalah gatal-gatal pada stadium awal. Sedangkan pada stadium akut menyebabkan demam, diare, berat badan menurun, dan perut membuncit. Penyakit itupun mengakibatkan kerusakan hati atau sirosis hati dan limfa, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan penderita meninggal dunia.
 
Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu menyadari betapa berbahayanya penyakit tersebut. Karena itu, sebagai pemerintah daerah, pihaknya berupaya untuk membebaskan kabupaten Poso dari penyakit yang sebenarnya telah ditemukan pada manusia sejak tahun 1937 silam di Napu.
 
“Ternyata penyakit ini di negeri kita di Indonesia, termasuk penyakit yang terabaikan. Bayangkan, itu penjelasan dari Kementerian Kesehatan, menyampaikan bahwa penyakit Schistosomiasis ini di Indonesia termasuk penyakit yang terabaikan,” tandas Bupati Darmin.
 
Karena itu, pihaknya bertekad untuk menyelesaikan penanganan penyakit Schistosomiasis di kabupaten Poso. Bahkan dalam menunjukkan keseriusan itu, Pemda Poso telah melakukan studi lapangan di Tiongkok pada awal Agustus 2017, yang di sponsori oleh organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Salah satu propinsi yang dikunjungi adalah Shanghai, China. Dari sana, Bupati Darmin beserta instansi terkait yang turut serta dalam kegiatan itu, mempelajari keberhasilan negara tersebut dalam melakukan eradikasi Schistosomiasis.
 
Yakni, dengan pelibatan semua instansi terkait di bawah satu departemen khusus, sehingga Pemerintah Tiongkok berhasil menurunkan prevalensi penderita manusia mendekati nol persen. Padahal sebelumnya, pada era tahun 1950-an Shistosomisiasis terjadi di 12 Provinsi dengan penderita yang mencapai 30 juta orang. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close