CENTRAL CELEBESPHOTOGRAPHY

Pemda Poso Gelar Pencanangan Kampung Durian

Sintuwuraya.com, Pamona Utara – Sebagai langkah strategis dalam memberdayakan petani durian melalui sistem monokultur dalam satu kawasan, dengan terapan teknologi pengelolaan usaha tani durian yang mengacu pada prinsip Good Agricultural Practices (GAP), atau budi daya tanaman yang baik dan benar, Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melalui Dinas Pertanian Kabupaten Poso melakukan satu terobosan.
Kadis Pertanian Kabupaten Poso, Ir Heningsih Tampai MSi saat menyampaikan sambutannya dalam acara pencanangan kampung durian. (foto: Mitha)
 
Hal yang dimaksud adalah memprogramkan pencanangan kampung durian di Desa Kuku, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sebagai pusat pengembangan agribisnis durian.
 
Program itu pun terlaksana pada Selasa 26 September 2017, sebagai rujukan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kabupaten Poso tahun 2016 hingga 2021, yang diantaranya memuat implementasi untuk mewujudkan kampung durian di kabupaten Poso.
 
Selain itu, menurut Kadis Pertanian Kabupaten Poso, Ir Heningsih EG Tampai MSi, kegiatan pencanangan kampung durian didasari pada dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Poso tahun anggaran 2017, serta hasil kajian akademis kampung durian kabupaten Poso, yang dilakukan oleh Universitas Sintuwu Maroso Poso.
 
Wakil Bupati Poso Ir Samsuri MSi secara resmi melakukan pencanangan kampung durian kabupaten Poso, sebagai program peningkatan penerapan teknologi pertanian dan perkebunan tahun 2017 di Desa Kuku. 
 
Resminya tempat tersebut ditetapkan sebagai pusat pengembangan tanamam durian, ditandai dengan pemukulan gong dan dilanjutkan dengan penanaman pohon durian perdana oleh Wabup Samsuri, yang diikuti oleh  Dandim 1307/Poso Letkol Inf Dody Triyo Hadi SSos.
 
Turut pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Poso Suharto Kandar SE bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Poso, serta diikuti oleh beberapa pejabat pimpinan OPD Poso, yang diprakarsai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Poso. 
 
Dalam sambutannya, Wabup Samsuri menyatakan pengembangan kawasan agribisnis komoditas durian di desa Kuku adalah langkah tepat, karena kondisi agroklimat yang mendukung potensi lahan yang ada masih cukup luas untuk pengembangan budi daya durian. Sehingga kedepan kawasan itu diharapkan menjadi sentra durian di kabupaten Poso.
 
“Selaku pihak pemerintah daerah saya mengharapkan kita semua untuk mendukung pencanangan kampung durian ini. Mari secara bersama-sama mewujudkan kampung durian demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Wabup Samsuri.
 
Kegiatan tersebut juga dihadiri tim kajian akademis kampung durian, unsur tripika Kecamatan Pamona Utara, kepala Desa Kuku Christian Galamba, bersama warga masyarakat desa kuku serta undangan lainnya. 
Dandim 1307/Poso, Letkol Inf Dody Triyo Hadi S Sos saat melakukan tanam perdana pohon durian. (foto: Mitha)
 
Menurut Heningsih Tampai dalam laporannya, penetapan desa Kuku sebagai pusat pengembangan agribisnis durian atau kampung durian, didasari bahwa di kawasan itu terdapat beberapa durian unggulan lokal Poso dan spesifik yang tidak berada di kawasan lain. Yakni, jenis durian yang khas berupa durian Boba, durian Nona, durian Woyo, durian Nangka dan durian Gajah.
 
Heningsih juga menyampaikan bahwa persiapan pencanangan kampung durian di desa Kuku, telah melalui beberapa kegiatan awal, diantaranya survey lokasi bersama kepala desa Kuku dan aparat desa serta warga masyarakat. 
 
Tak hanya itu, tetapi juga pertemuan dengan pihak  Universitas Sintuwu Maroso Poso terkait dengan penyusunan study kelayakan, identifikasi lokasi plasma nutfah durian lokal yang berada di desa kuku, pembibitan durian secara vegetatif dengan teknik okulasi dan sambung pucuk dengan melibatkan masyarakat, serta pengadaan durian unggulan lokal asal poso.
Foto bersama dalam rangkaian kegiatan pencanangan kampung durian. (foto: Mitha)
 
Mengakhiri laporannya, Heningsih Tampai menyatakan bahwa sebagai tindak lanjut pencanangan kampung durian kedepan, Distan Kabupaten Poso akan melakukan upaya selanjutnya. 
 
“Sebagai tindak lanjut pencanangan kampung durian saat ini, maka kedepan Dinas Pertanian Kabupaten Poso juga akan memprogramkan  untuk melatih kelompok-kelompok masyarakat. Sehingga menjadi penangkar bibit, agar masyarakat di desa Kuku dan desa-desa lainnya, di kecamatan Pamona Utara tidak hanya menjadi kawasan  penghasil buah durian. Tetapi juga sebagai penghasil bibit durian unggul lokal dan olahan buah durian di kabupaten Poso,” urai Heningsih.
 
Selain itu juga Distan Poso akan memprogramkan jalan usaha tani dan pembangunan saung tani, atau dalam bahasa Poso dikenal dengan sebutan Kandepe, dengan maksud agar kawasan tersebut akan menjadi tempat yang mendukung sektor pariwisata di kabupaten Poso. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close