EVENT

Bangun Jembatan, Satgas TMMD Angkut Material Gunakan Gerobak

Sintuwuraya.com, Morut: Jembatan penyeberangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang kehidupannya, jauh dari pusat perekonomian. Apalagi dengan kondisi geografi wilayah Morowali, mulai dari gunung, lembah, dan sungai yg secara fisik memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk di daerah kepulauan dengan sekolah, pasar, serta pemukiman lain.
Situasi pengerjaan pembangunan jembatan sebagai program TMMD di Morowali Utara. (foto: dok. Satgas TMMD)
 
Jembatan merupakan salah satu bentuk konstruksi yang berfungsi meneruskan jalan melalui suatu rintangan. Seperti sungai, lembah dan antar daratan, sehingga lalu lintas jalanan dapat dilintasi.
 
Pemilihan bentuk jembatan sangat dipengaruhi dari situasi dan kondisi lokasi. Pemilihan tempat pembangunan jembatan tergantung medan dari suatu daerah, dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut. 
 
Agar segala aspek kehidupan didaerah terpencil dapat berjalan sama seperti daerah lain, konstruksi jembatan yang dibangun tentunya harus layak dan ekonomis.
 
Dalam merealisasikan persoalan tersebut, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100,  yang digelar Kodim 1311/Morowali, tengah membangun jembatan yang terutama diperuntukkan masyarakat di Desa Mamosolato, Kecamatan Winangabino, Kabupaten Morowali Utara.
 
Traktor dan gerobak menjadi sarana yang digunakan petugas Satgas TMMD bersama masyarakat, agar pekerjaan tidak tertunda. Kondisi itu dikarenakan kendala minimnya kenderaan roda empat untuk mengangkut bahan bangunan di daerah tersebut. 
Situasi pengerjaan pembangunan jembatan sebagai program TMMD di Morowali Utara. (foto: dok. Satgas TMMD)
 
Saat ini, Satgas TMMD sedang melakukan pekerjaan fisik pembangunan deker plat bentangan/jembatan beton, sebagai salah satu sasaran fisik TMMD Kodim 1311/Morowali. 
 
Pekerjaan itu dilakukan bersama dan warga yang bahu-membahu untuk mengangkut bahan material pengecoran jembatan. ” Tak ada rotan akarpun jadi, tak ada kendaraan grobakpun ahli, ” ujar Hamid, salah seorang masyarakat yang ikut membantu Satgas TMMD pada Minggu 15 Oktober 2017. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close