PHOTOGRAPHYPOLITIC

Pimpinan DPD RI Hadir Berikan Kuliah Umum di Unkrit Tentena

Sintuwuraya.com, Tentena: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Letjen TNI (Purn) DR Nono Sampono, mengunjungi Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kedatangannya di daerah bekas konflik itu adalah untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa Universitas Kristen Tentena, terkait Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai refleksi memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017.

Nono Sampono tiba di Bandara Kasiguncu Poso, bersama Wakil Ketua Komite I DPD RI Benny Rhamdani, dan Wakil Ketua Komite III DPD RI dr Delis Julkarson Hehi, serta lima orang staf. Mereka disambut dengan pengalungan bunga dan adat Pekasiwia, sebagai tradisi khas masyarakat Poso dalam menyambut tamu penting yang baru pertama kali tiba di tana Poso.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto, beserta Komandan Kodim 1307/Poso Letkol Infanteri Dody Triyo Hadi, bersama pimpinan OPD di Poso, turut menyambut kedatangan Wakil Ketua DPD RI di Poso.

Suasana saat menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum Stadium General dimulai. (foto: Mitha)

Mantan perwira tinggi marinir itu hadir dihadapan mahasiswa, pimpinan kampus, serta pejabat daerah Kabupaten Poso, untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di Universitas Kristen Tentena, Kecamatan Pamona Puselemba.

Dalam kesempatan tersebut, Nono Sampono membawakan materi dengan tema merajut kebhinekaan bagi kemandirian bangsa sebagai refleksi 89 tahun sumpah pemuda. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka HUT GKST ke 70 tahun, dan 125 tahun injil masuk Poso.

Nono Sampono menjelaskan bahwa kedatangannya di kampus didasari bahwa kampus adalah komponen penting dalam membangun Indonesia. Menurutnya peran kampus sangat strategis, sehingga dirinya sebagai anggota MPR merasa perlu untuk memberikan sosialisasi empat pilar kebangsaan.

“Ada rangkaian kegiatan, memang saya ke kampus karena memang kampus adalah sebagai sebuah komponen penting dalam membangun negeri ini. Perubahan yang terjadi diberbagai bangsa negara, termasuk Indonesia sendiri kan peran kampus sangat strategis. Oleh karena itu, kehadiran saya juga disini, bukan hanya kewajiban sebagai anggota MPR dalam sosialisasi empat pilar, tetapi juga dalam konteks itu,” ujar Nono Sampono.

Dr Nono Sampono M,Si saat membawakan materi di Unkrit Tentena. (foto: Mitha)

Menurutnya, memasuki usai 89 tahun Sumpah Pemuda sejak dikumandangkan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh luntur. “Ini bagian dari upaya kita bersama dalam rangka membangun penguatan-penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, khususnya ke-Indonesiaan melalui tatap muka. Kita bicara tentang Pancasila, kita bicara tentang Bhineka Tunggal Ika, bicara tentang NKRI, bicara tentang Undang-Undang Dasar 45, dan saya kira ini empat hal merupakan kesepakatan nasional yang harus kita rawat. Dan tadi saya memberikan gambaran Pancasila sebagai ideologi, agama, kebangsaan itu bisa berjalan beriringan, saling memperkokoh dan memperkuat,” jelasnya.

Mantan kepala Basarnas Indonesia itu berharap ada perbaikan yang signifikan, dan perubahan berarti dalam pembangunan Poso ke depan, mengingat Poso merupakan daerah yang pernah mengalami konflik. Sehingga peristiwa masa lalu tidak sampai terulang kembali. “Mengingat daerah ini juga mengalami masa lalu yang kelam, terjadi konflik, maka ini sebagai pembelajaran buat kita untuk ke depan jangan sampai terulang kembali,” tandasnya.

Usai bertatap muka dengan mahasiswa Universitas Kristen Tentena, Nono Sampono beserta rombongan, juga melakukan hal yang sama di pondok pesantren Ittihadul Ummah, Gontor 13 di Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close