CENTRAL CELEBESPHOTOGRAPHY

Dihantam Puting Beliung, Sekolah Tenda Masih Jadi Alternatif

Sintuwuraya.com, Lore: Beberapa bulan pasca gempa bumi Wuasa, yang terjadi pada 29 Mei 2017 lalu, hingga saat ini ratusan pelajar SD dan SMP di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, masih melakukan kegiatan belajar di ruangan kelas yang terbuat dari tenda.

Sebanyak 20 set tenda-tenda tersebut merupakan sumbangan dari Kementerian Sosial pada pertengahan Juni lalu. Setelah seluruh tenda berhasil didirikan, para guru dan siswa-siswa mulai melakukan aktifitas belajar mengajar dalam tenda sejak Senin 17 Juni 2017, seiring dengan masa perdana sekolah dimulai.

Kadis P dan K Kabupaten Poso, Yus Madoli terlibat langsung bersama aparat TNI, Polri, dan Satgas Tinombala, bersama masyarakat, saat membangun kembali tenda-tenda sekolah di Sedoa, Lore Utara. (foto: dok. Dinas P & K Kab. Poso)

Sejak saat itu, proses belajar mengajar terus berjalan, hingga Kemendikbud mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,6 Miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan 3 unit sekolah yang rusak parah, atau sama sekali tidak dapat digunakan lagi. Tak hanya itu, juga ada anggaran Bansos senilai Rp 85 juta, yang juga dikucurkan Kemendikbud, untuk melengkapi sarana sekolah tenda.

Disaat pembangunan gedung sekolah berlangsung, dan para guru bersama siswanya masih melakukan aktifitas belajar mengajar di dalam tenda, musibah kembali melanda. Terjangan Angin Puting Beliung pada 4 November lalu, merusak tenda-tenda sekolah yang ada. Namun, tidak mencapai waktu seminggu, tenda pengganti telah berdiri, dan dapat digunakan kembali.

“Awal pekan lalu kami turun meninjau. Tenda-tenda sekolah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Jadi kami kembali mendirikan tenda sebagai bangunan sekolah. Bukan perbaikan, namun bangun tenda baru. Semuanya ada sembilan buah. Tenda yang lama sudah kita robohkan,” ujar Kadis P dan K Kabupaten Poso, Yus Madoli.

Suasana mendirikan kembali tenda sekolah setelah angin puting beliung merusak tenda-tenda yang ada. (foto: dok. Dinas P & K Kab. Poso)

Kegiatan pembangunan itu juga mendapatkan bantuan dari aparat Satgas Tinombala, termasuk diantaranya mendirikan tenda sebagai barak untuk di huni para guru.

Menurutnya Yus Madoli, proses pembangunan gedung permanen masih dilakukan terhadap gedung sekolah yang rusak berat pasca gempa bumi berkekuatan 6,6 SR diakhir Mei lalu. Sekolah tersebut sedang dibangun ulang dengan konstruksi anti gempa. Proses pembangunan diperkirakan akan rampung pada akhir Desember 2017 mendatang.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, sangat berharap pembangunan gedung sekolah baru, yang saat ini sedang dalam pengerjaan, dapat selesai sesuai target yang tentukan.

“Mudah-mudahan pembangunan gedung sekolah itu cepat selesai. Memang targetnya bulan Desember harus selesai. Semoga dalam waktu kurang lebih satu bulan setengah ini, sudah bisa rampung pengerjaannya. Kami berharap mereka di Napu bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum yang ada,” tutur Bupati Darmin.

Suasana mendirikan kembali tenda sekolah setelah angin puting beliung merusak tenda-tenda yang ada. (foto: dok. Dinas P & K Kab. Poso)

Ia mengaku sangat mengapresiasi bantuan Satgas Tinombala untuk mendirikan kembali tenda sekolah di Sedoa. “Semua berkat gotong royong, kerja sama masyarakat, dan aparat termasuk Satgas Tinombala. Saya berterima kasih kepada Kadis P dan K, aparat TNI dan Polri, Satgas Tinombala, dan masyarakat setempat, yang telah berpartisipasi untuk pemasangan tenda yang baru, dan saat ini sudah digunakan kembali,” tandas Bupati Darmin.

Kepala Sekolah Satap Sedoa, Alrimus Rangka, juga bersyukur atas kerja cepat yang dilakukan berbagai pihak. Diakuinya keterbatasan ruangan kelas yang menggunakan tenda, serta keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala tersendiri.

Namun menurutnya, pihak sekolah tetap berupaya keras agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Ia berharap kondisi tersebut segera pulih, dengan selesainya pembangunan kembali gedung sekolah yang masih berlangsung saat ini. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close