NEWS

Operasi Zebra Usai, Satlantas Polres Poso Tetap Beraksi

Sintuwuraya.com, Poso Kota: Meski telah sepekan berlalu dari masa berakhirnya kegiatan, yaitu pada Senin 14 November 2017, pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Tinombala 2017, yang dimulai sejak 1 November lalu, hingga saat ini Satlantas Polres Poso akan terus melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, di wilayah hukum Polres Poso.

Menurut Kasat Lantas Polres Poso, IPTU Arsyad Ma’aling, sampai saat ini, Satlantas Polres Poso masih tetap berupaya menegakkan hukum berdasarkan peraturan Lalu Lintas. Meskipun dalam pelaksanaannya, kegiatan Operasi Zebra Tinombala 2017 lalu berlangsung aman, tertib dan terkendali.

“Operasi Zebra sudah selesai. Tapi, ijinkan kami untuk tetap menegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas, guna mengeliminir pelanggaran dan potensi laka lantas,” ujar IPTU Arsyad kepada Sintuwuraya.com, Minggu (19/11/17).

Perwira dengan dua balak dipundaknya itu berharap, warga masyarakat khususnya di Kabupaten Poso lebih disiplin dan taat dengan aturan lalu lintas. “Kami mengimbau dan mengharapkan kiranya warga masyarakat, khususnya di Poso, lebih disiplin dan taat hukum berlalu lintas. Salam Madago Raya,” tandasnya.

Secara rinci, IPTU Arsyad menguraikan bahwa selama dua pekan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Tinombala dilaksanakan di wilayah Kabupaten Poso, telah terjadi angka penurunan terhadap penindakan pelanggaran Lalu Lintas tahun 2016, dibanding tahun 2017.

Kasat Lantas Polres Poso, IPTU Arsyad Ma’aling terlibat langsung dalam pelaksanaan Operasi Zebra Tinombala 2017. Nampak hendak memeriksa kelengkapan seorang pengendara sepeda motor. (foto: dok. Satlantas Polres Poso)

Untuk pelanggaran dalam bentuk tilang, terjadi penurunan perkara dari 388 menjadi 350 perkara, atau turun sejumlah 9,79 %. Dari jumlah itu, masing-masing pelanggaran terdiri dari jenis kenderaan bermotor, berupa sepeda motor sebanyak 325 unit, mobil penumpang sebanyak 11 unit, dan mobil barang sebanyak 14 unit kenderaan.

Adapun para pelanggar lalu lintas tercatat dari beberapa profesi. Yakni PNS sejumlah 21 perkara, karyawan/swasta sebanyak 200 perkara, pelajar/mahasiswa sebanyak 116 perkara, dan pengemudi umum sebanyak 13 perkara.

Sedangkan untuk data Laka Lantas, terjadi peningkatan angka dari tahun sebelumnya, disbanding tahun ini. Yakni angka kecelakaan ditahun 2016 berjumlah 3 perkara, namun pada tahun 2017, angka tersebut naik menjadi 6 perkara, atau mengalami peningkatan 100 %.

Korban kecelakaan juga dicatat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni meninggal dunia sebanyak 2 orang, dan luka berat sebanyak 3 orang, atau meningkat 66,67 %. Sedangkan untuk luka ringan, jumlah korban tercatat mengalami penurunan, yakni tahun sebelumnya sebanyak 3 orang, sedangkan tahun  2017, hanya 2 orang, atau turun 33,33 %.

Dari berbagai pelanggaran dan kecelakaan yang terjadi tahun 2016 dibanding tahun 2017, kerugian materiil dinyatakan mengalami peningkatan 36,36 %, atau sebesar Rp 2.000.000. Karena di tahun 2016 tercatat angka kerugian materiil sebesar Rp 5.500.000. Sedangkan pada tahun 2017 angka tersebut menjadi Rp 7.500.000.

Untuk angka pendidikan masyarakat (Dikmas ) Lantas tahun 2017, tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Yakni sebanyak 28 kali untuk kegiatan penerangan atau penyuluhan, dan 14 kali kegiatan untuk penyebaran atau pemasangan imbauan atau informasi.

Sedangkan untuk program Keamanan Lalu Lintas telah dilakukan sebanyak 8 kali. Namun untuk program Keselamatan Lalu Lintas mengalami penurunan, dari tahun sebelumnya sebanyak 9 kali, menjadi hanya 3 kali, atau turun sebanyak 66,67 %.

Mengenai upaya preventif atau pencegahan, untuk semua bagian mengalami peningkatan dari tahun 2016. Yakni bagian pengaturan, dari 402 kegiatan naik menjadi 477 kegiatan atau mengalami peningkatan sebesar 18,66 %. Untuk bagian penjagaan, dari 56 kegiatan naik menjadi 82 kegiatan atau mengalami peningkatan sebesar 46.43%.

Begitu pun dalam bagian pengawalan, yang mengalami peningkatan drastis, yakni dari 9 kegiatan menjadi 24 kali kegiatan pengawalan, atau naik 166 %. Sedangkan untuk kegiatan patroli, hanya mengalami peningkatan sebanyak 1,68 %, yakni dari 242 kegiatan di tahun 2016, meningkat menjadi 242 kali kegiatan di tahun 2017. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close