NEWS

Mantan Kombatan Poso Imbau Tujuh DPO Turun Gunung

Sintuwuraya.com, Poso Kota: Dalam rangka menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriyah, yang jatuh pada Jumat 1 Desember 2017 mendatang, MUI Kabupaten Poso, bekerjasama dengan Satgas Operasi Tinombala, Kodim 1307/Poso dan unsur Polri, menggelar Tabligh Akbar pada  Jum’at 24 November 2017.

Dalam kegiatan tersebut, KH Ahmad Muwafiq yang dikenal dengan sebutan Gus Muwafiq, hadir sebagai penceramah mengisi materi Tabligh Akbar yang dibingkai dengan tema, kita aktualisasikan suri tauladan Rasulullah SAW, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, demi terwujudnya Poso yang maju dan sejahtera.

Kegiatan itu dibuka dengan doa, dan diawali dengan penyampaian sambutan dari Ketua MUI Kabupaten Poso, H Arifin Tuamaka, yang disusul oleh sambutan dari Wakil Bupati Poso, Samsuri, mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Nampak pula tokoh agama dari Malang, Gus Yusuf, Kabinda Sulteng Brigjen Pol Aris Wahyu, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiarto, Dandim 1307/Poso Letkol Inf Dody Triyo Hadi, Wadankolakops Tinombala Kolonel Inf Satyo Ariyanto, Ketua Ponpes Amanah Putri Ustad H Adnan Arsal, Ketua FKUB Kabupaten Poso Yusuf Runa, anggota Satgas Tinombala dan beberapa pimpinan OPD Poso.

Sebelum Gus Muwafiq tampil mengisi acara, Ali Fauzi, mantan kombatan Poso yang pernah divonis bersalah dan dijerat dengan Undang-Undang Terorisme, hadir pula dihadapan ratusan umat muslim Poso, yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, sebagian besar orang Poso tidak mengetahui siapa dirinya, karena ketika masuk Poso pada 17 tahun silam, ia menggunakan nama samaran.

“Saya empat bersaudara jaringan Alqaedah. Yang pertama Ali Gufron, Amrozi, Ali Imron, dan Ali Fauzi. Tapi orang Poso tidak akan pernah tau saya Ali Fauzi, karena di Poso saya menggunakan nama samaran. Saya punya banyak kawan disini, saya punya banyak ibu angkat disini, dan terima kasih sudah membantu saya disini,” akunya.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan permohonan maaf atas segala kesalahannya dimasa lalu serta kesalahan saudara-saudaranya yang terlibat dalam pengeboman mobil dan bom bunuh diri di Jawa beberapa waktu yang lalu.

“Diakhir sambutan saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlibatan saudara-saudara saya, kawan-kawan saya, dalam melakukan bom mobil, bom bunuh diri yang ada di Jawa. Yang terakhir, saya berharap sekali lagi, mudah-mudahan sinergitas antara masyarakat Poso, TNI, Polri, akan semakin menciptakan Poso yang cerdas, aman, damai, menuju cita-cita kita bersama, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, terimakasih, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujar Ali Fauzi.

Kepada tujuh orang sisa DPO dalam kasus tindak pidana terorisme, Ali Fauzi mengimbau kepada mereka untuk menyerahkan diri. “Saya pikir masih ada peluang, kesempatan, maka menurut saya jalan yang paling baik adalah turun gunung. Karena tentu hal ini akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Poso secara khusus, dan bagi masyarakat Indonesia secara umumnya,” tandas Ali Fauzi, saat diwawancarai.

Acara yang berlangung sore hari itu diakhiri dengan penyerahan santunan kepada 120 orang anak yatim di Poso, yang diserahkan oleh Ali Fauzi, Gus Muwafiq, Gus Yusuf, Wabup Poso, Dandim serta Kapolres Poso secara simbolis kepada masing-masing panti asuhan. (Mitha)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close