HEADLNE NEWSNEWS

Kenang Polisi Korban Tsunami, Petinggi Polda Sulteng Tabur Bunga di Laut

SINTUWURAYA, DONGGALA – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Lukman Wahyu Hariyanto, melakukan tabur bunga yang diawali dengan kegiatan ziarah laut di perairan teluk Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/7). Hal itu dilakukan sebagai wujud menghargai dan mengenang arwah pahlawan serta belasan anggota Polri yang menjadi korban tsunami di Kota Palu.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke 73 tahun. Kegiatan upacara tabur bunga dan ziarah laut diikuti oleh perwira di jajaran Polda Sulteng, bersama pengurus Bhayangkari Polda Sulteng. Kegiatan itu merupakan tradisi kepolisian dalam memperingati Hari Bhayangkara.
Kapolda Sulteng memimpin pelaksanaan upacara di atas Kapal Polisi (KP) Abimanyu 7010, yang tengah berlayar dalam kegiatan ziarah laut di perairan teluk Palu, yang merupakan lokasi terjadinya gelombang tsunami pada September 2018 lalu.

Menurut Kapolda Sulteng, upacara tabur bunga dan ziarah laut merupakan esensi dari tradisi Kepolisian dalam memperingati hari ulang tahun Bhayangkara, untuk mengenang jasa pahlawan dan anggota Polri yang gugur dalam bertugas.

“Pada momen ini adalah menghargai jasa para pahlawan yang gugur mendahului kita. Kan ada Polair kita ikut dalam penjajahan dulu, termasuk korban-korban kita. Termasuk pasca gempa kemarin, anggota kita yang kena tsunami yang bertugas lagi pengamanan dalam rangka hari jadi Kota Palu September tahun lalu. Itulah esensi dari pada upacara tradisi Kepolisian dalam rangka HUT Bhayangkara,” ujar Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto.

Kegiatan ziarah laut dan tabur bunga tersebut dilakukan di tengah-tengah kawasan teluk Palu dengan melibatkan beberapa armada laut seperti kapal patroli dan speed boat milik Ditpolairud Polda Sulteng.
Usai melakukan tabur bunga dan ziarah laut, Kapolda Sulteng meninjau pembangunan Mako Ditpolairud Polda Sulteng yang rusak akibat gempa dan tsunami tahun lalu. Lokasi tersebut akan kembali di perbaiki termasuk pembangunan dermaga dan talud dengan menggunakan anggaran sekitar Rp 30 Miliar.

Dalam merayakan HUT Bhayangkara tahun ini, kegiatan juga sebelumnya telah didahului dengan acara Purna Bhakti, dan upacara kenaikan pangkat di halaman Mapolda Sulteng. Termasuk bedah rumah milik Anwar (60 tahun), pria tua renta yang tinggal sendirian di rumah kumuh dan tidak layak huni, di Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Anwar menjadi penerima bantuan Polda Sulteng tahun ini, karena selain tergolong masyarakat tidak mampu. Kakek tua itu tidak dapat melihat. Ia mengalami kebutaan, sehingga dalam melakukan aktivitas sehari-harinya hanya mengandalkan tongkat.

“Terimakasih saya sampaikan kepada Kapolda Sulteng yang telah merenovasi rumah saya menjadi lebih baik. Semoga menjadi amal ibadah,” tutur Anwar, yang langsung mendapat respon dari Kapolda Sulteng. “Kegiatan bedah rumah ini merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73. Semoga bermanfaat,” tandas Brigjen Lukman Wahyu Hariyanto.

Kegiatan serupa juga dilakukan jajaran Polres Kota Palu. Kapolresta Palu AKBP Mujianto memimpin upacara untuk mengenang arwah anggota Polri yang gugur di lokasi pantai Talise, saat mengamankan kegiatan Festival Palu Namoni, 28 September 2018 lalu.

Suasana haru terjadi saat upacara berlangsung di Pantai Talise. Sejumlah anggota Polri terlihat menangis beberapa saat sebelum tabur bunga dilakukan. Mereka bersedih mengenang rekan sejawat yang gugur saat bertugas mengamankan acara ketika itu.

Anggota Polri yang gugur akibat tsunami tahun lalu, tiga diantaranya merupakan Polisi Wanita (Polwan). Dari sebelas orang yang dinyatakan meninggala dunia, lima jasad telah ditemukan, sedangankan 6 lainnya hingga kini belum ditemukan.

Penulis : Mitha Meinansi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close