CENTRAL CELEBESHEADLNE NEWSNEWS

Grab, Transportasi Pertama di Sulteng Yang Komitmen Ramah Perempuan-Anak

PALU, – Grab menjadi salah satu komponen yang terlibat dan mendukung serta berkomitmen penuh dalam gerakan akhiri kekerasan berbasis gender atau kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Sulawesi Tengah, melalui pelayanan dan fasilitas transportasi Grab yang ramah terhadap perempuan dan anak.

“Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan cara memenuhi hak-hak perempuan dan anak, butuh keterlibatan semua pihak. Karena itu, keterlibatan Grab dalam upaya akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, sangat penting,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, di Palu, Minggu.

Grab Sulawesi Tengah, telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang ramah terhadap perempuan dan anak. Komitmen itu di tunjukkan oleh Grab dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, yang diselenggarakan di Kabupaten Parigi Moutong di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Toraranga, Sabtu.

Komitmen itu, ditandai dengan deklarasi sekaligus pemasangan pin kampanye perlindungan terhadap perempuan dan anak, oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate disaksikan oleh Kepala DP3A Sulteng, Ihsan Basir dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu.

Dalam deklarasi itu, Grab Sulteng menyatakan, Grab adalah sarana transportasi pesan antar yang memberikan rasa aman serta ramah terhadap perempuan dan anak. Grab adalah mitra pemerintah dalam pencegahan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak.

Ihsan Basir mengemukakan, keterlibatan Grab, sejalan dengan upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang membutuhkan adanya partisipasi masyarakat secara aktif dan berkelanjutan untuk melindungi perempuan dan anak.

Perundang-undangan mengatur secara spesifik partisipasi masyarakat, bahkan hak masyarakat terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Permen PPPA Nomor 2 tahun 2017 memberikan ruang sebesar-besarnya untuk masyarakat berpartisipasi dan terlibat langsung dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Ihsan.

Perempuan dan Anak menjadi komponen yang rentan mengalami tindakan kekerasan dalam situasi normal (non-bencana) maupun dalam situasi pascabencana tanggap darurat.
Bahkan, dalam konteks transportasi perempuan dan anak, masih sering mengalami praktek kekerasan baik fisik maupun psikis yang dilakukan secara langsung.

“Nah, karena itu kami sangat berharap keterlibatan Grab dalam pengarusutamaan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak dalam memperoleh pelayanan tanpa kekerasan terkait mobilitas, transportasi. Dapat di ikuti oleh komponen lainnya,” ujar Ihsan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close