CENTRAL CELEBESHEADLNE NEWSNEWS

ACT Bantu Korban Terdampak di Sigi

SIGI, – Rusaknya irigasi Gumbasa akibat terjadinya gempa dan likuefaksi menyebabkan ratusan warga di Sigi, Sulawesi Tengah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dusun VI Lompio, Desa Maranata terpaksa harus berjalan kaki satu kilometer untuk mendapatkan air bersih dari bocoran pipa.

Krisis air bersih dan kekeringan mulai dirasakan warga sejak 11 bulan terakhir setelah terjadi gempa. Sebagian warga yang kesehariannya merupakan petani, kini kehilangan mata pencarian.

“pokonya habis gempa, aliran sungai Gumbasa itu sudah tidak lancar bahkan sudah tidak berfungsi. Sementara, kita disini semua petani,”ungkap Fajria (44) warga Dusun VI Lompio.

“satu diantara banyaknya kebutuhan yang diharapkan itu air bersih. 1 kilo bagi warga lainnya tidak jauh, tapi saya seorang perempuan tua, itu sangat jauh apalagi memikul jerigen berisi lima liter air,”tuturnya.

Dia juga menambahkan bahwa setiap harinya harus mengambil air bersih sebanyak dua kali untuk memenuhi kebutuhan memasak serta kebutuhan lainnya.

“kami tidak pernah mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah, kami hanya diperhatikan oleh lembaga kemanusiaan,”ungkap Fajria

Sementara itu, salah satu diantara lembaga kemanusiaan yang membantu korban bencana di Sulteng, menyampaikan bahwa sudah berlangsung 3 bulan terakhir, menyuplai air bersih sebanyak 6.000 liter. Dan dari hasil pendataan yang ada, mereka mengungkapkan terdapatbdi berbagai wilayah yang sangat membutuhkan air bersih.

“untuk hari ini, kita menyalurkan 25 ribu liter air bersih, yang terbagi menjadi beberapa desa yaitu Karawana, Solouwe dan Desa Maranata,”ungkap Candra Chan, Humas ACT Cabang Palu.

Menurutnya, suplai air bersih di sejumlah titik di Sigi harus terus dilakukan, karena dengan mengharapkan bocoran pipa air seperti di Desa Maranata untuk tidak mengcukupi keperluan warga yang jumlahnya 285 orang.

sumber : DETIK.COM

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close